Cara Mencuci Sarung Tenun

Negeri kita Indonesia tercinta ini memiliki budaya dan kerajinan lokal/nasional bahkan internasional yang cukup membuat kita bangga. Salah satunya ada pada dunia busana dengan hasil produksi berupa sarung yang dikerjakan secara tradisional dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Di Kota Gresik, terdapat banyak sekali pengerajin sarung tenun sutra, ada beberapa daerah yang menjadi pusat produksi jenis sarung sutera tersebut, diantaranya adalah di Kecamatan Cerme yang tersebar di beberapa desa, seperti Desa Pandu, Desa Jambu, Desa Kambingan, Desa Wedani, Desa Gedang Kulut, dll. Nah, untuk sebuah produk yang spesial seperti itu pastilah ada metode perawatan yang spesial juga. He3x,…nah kali ini kendil laundry gresik akan membagi tips yang dapat digunakan untuk mencuci sarung tenun. Simak dan semoga bermanfaat ya,…oh ya catatan yang perlu diketahui informasi yang kami bagi ini diperoleh dari berbagai sumber.

"Alat Tenun Bukan Mesin"

Sebenarnya sarung tenun dengan bahan sutera itu tahan kotor dan mudah untuk dibersihkan. Jika kita selalu memperhatikan cara pencucian yang benar maka sarung tenun sutera kita dapat lebih awet dan warnanya tidak pudar (tetap terjaga). Perlaukan terhadap kain berbahan sutera memang berbeda dengan bahan lain, terutama dalam hal mencuci. Untuk kain sarung tenun sutera sebaiknya dilakukan pencucian kering/tanpa air (dry clean) karena lebih praktis dan mudah (tersedia di banyak laundry menu cuci dry clean), tetapi kalau anda ingin melakukan dengan mencuci dengan cara basah (wet clean), maka anda harus memperhatikan cara-cara mencuci yang benar, nah dibawah ini beberapa cara yang lazim digunakan untuk mencuci sarung tenun berbahan sutra.

Cara mencuci sarung tenun yang benar :🙂

Pertama, jangan mencuci menggunakan mesin cuci.
Kedua, air pencucian boleh menggunakan air PDAM, air sumur atau air dari sumber mata air yang lain, namun tidak diperbolehkan menggunakan air hujan langsung karena kadar asamnya tinggi.
Ketiga, sarung dicuci dengan air yang banyak (kira-kira 50 liter) tapi tidak menggunakan sabun atau detergen.
Keempat, jika memiliki lebih dari satu sarung sutera, maka jangan mencuci secara bersamaan, harus satu persatu, bekas air cucian satu sarung tidak boleh dipakai untuk sarung yang lain.
Kelima, dalam mencuci, sarung jangan direndam ( ditaruh lama dalam air), hanya dilorot yaitu dicelup dan diangkat beberapa kali lebih kurang 5-7 kali.
Keenam, selanjutnya diperas sampai merata lalu segera dijemur di tempat teduh yang tidak langsung kena sinar matahari.
Ketujuh, saat menjemur sarung sutera dianjurkan menggunakan batangan pipa/kayu/bambu atas bawah (lihat gambar) supaya kain tidak saling menempel dan warnanya tidak bernoda
Kedelapan, selanjutnya jika sudah kering, maka sarung tenun siap untuk diseterika (catatan: pada saat menyeterika jangan menggunakan suhu yang panas, gunakan pilihan yang sedang saja.

Ok, semoga bermanfaat ya

Tips / Artikel Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s